Sedikit ilmu tentang penyakit Hepatitis yang bisa saya share...
Kita ketahui bahwa Hepatitis menjadi
masalah kesehatan masyarakat yang penting tidak hanya di Amerika tetapi juga di
seluruh dunia. Penyakit ini menduduki peringkat ketiga diantara semua penyakit
menular yang dapat dilaporkan di Amerika Serikat dan merupakan penyakit endemik
di kebanyakan negara-negara di dunia. Walaupun angka mortalitas akibat
hepatitis ini rendah, tetapi penyakit ini sering dikaitkan dengan angka
morbiditas dan kerugian ekonomi yang besar.
Pengertian Hepatitis
Hepatitis
adalah istilah umum yang berarti peraradangan hati. “Hepar” berarti kaitan dengan hati, sementara “itis” berarti radang (Seperti di atritis, dermatitis,
dan pankreatitis) (James, 2005: 4).
Manifestasi
Klinis
- Pertama yaitu terjadi stadium praikterik selama 4-7 hari, yang mana pasien mengeluh sakit kepala, mual, muntah, lemas, demam, tidak nafsu makan (anoreksia) demam, nyeri pada otot dan nyeri perut pada bagian kanan atas, kemudian urine menjadi coklat.
- Stadium ikterikyang berlangsung selama 3-6 minggu. Ikterus (kekuningan) mula-mula terjadi pada sklera mata, kemudian terlihat di seluruh tubuh, keluhan-keluhan pasien berkurang tetapi pasien tetap merasakan lemah, dan tidak nafsu makan. Feses mungkin berwarna kelabu atau kekuningan, terjadi hepatomegali dan nyeri tekan.
- Stadium praikterik. Ikterus mereda, warna urin dan tinja kembali normal, biasanya fase penyembuhan pada anak-anak lebih cepat daripada orang dewasa, karena penyebab yanng biasanya berbeda. (Arif & dkk, 2005)
Pencegahan
Terhadap virus Hepatiitis A
- Penyebaran secara fekal-oral, pencegahan masih sulit karena adanya karier dari virus tipe A yang sulit ditetapkan.
- Virus ini resisten terhadap sterilisasi biasa, termasuk klorinasi. Sanitasi yang baik, pemeliharaan kesehatan, serta pembuangan tinja yang baik sangat penting, karena urin, darah, tinja pasien harus dianggap infeksius. (Arif & dkk, 2005)
- Imunisasi hepatitis A dilakukan 2 kali yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang memiliki potensi terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang menggunakan obat-obat terlarang.
Terhadap Hepatitis B
- Dapat ditularkan melalui darah maupun melalui produk darah, dan darah itu sendiri tidak bisa disterilkan dari virus hepatitis.
- Pencegahan paling efektif yaitu melalui imuniasai, yaitu imunisasi Hepatitis B. (Arif & dkk, 2005)
Pengobatan
Penyakit Hepatitis
Dalam fase
pengobatannya, tidak terdapat terapi khusus untuk hepatitis akut. Tirah baring selama fase akut penting dilakukan, diet
rendah lemak dan tinggi karbohidrat umumnya menjadi makanan yang paling dianjurkan
dikonsumsi oleh penderita. Pemberian makanan secara intravena mungkin perlu
diberikan selama fase akut bila pasien terus-menerus muntah. Aktivitas fisik
biasanya perlu dibatasi sehingga gejala mereda dan tes fungsi hati kembali
normal. (Price, 2006, hal. 492)
Pengobatan
terpilih untuk hepatitis B atau hepatitis C simptomatik adalah terapi antivirus
dengan interferon-α. Terapi antivirus untuk hepatitis D kronis membutuhkan
pasien uji eksperimental. Jenis hepatitis kronis ini memiliki resiko tertinggi
untuk berkembangnya sirosis (Price, 2006, hal. 492)
DAFTAR PUSTAKA
Arif, M., & dkk. (2005). Kapita Selekta
Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius.
Bell, T. G., Makondo,
E., Martinson, N. A., & Kramvis, A. (2012). Occult or Overt – That Is The
Question. Hepatitis B Virus Infection in Human Immunodeficiency Virus
Infected Southern African Adults, 1-8.
dr. Wening Sari, M. d. (2008). Care Your self:
Hepatitis. Jakarta: Penebar+.
Price, S. A. (2006). Patofisiologi:
Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Vol. 1, Edisi 6, alih bahasa: Braham U
Pendit [et al]. Jakarta: EGC.
Wikipedia. (2013, 10
1). Hepatitis. Dipetik 10 22, 2013, dari Wikipedia Indonesia:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis

{ 1 comments... read them below or add one }
thanks atas infonya, ditunggu artikel yang lainnya
Posting Komentar